Tittle : My First love ( I’ve fallen for you)
Casts : Song Young Ra, Kim Jung Ha, Song Seo Hun
Genres : Romance, family
Rate : PG 17
Length : 1 of ?
‘hmmmmm’ gumamku saat aku merasa
ada yang mengusik tidurku
‘Siapa dia?’
Aku rentangkan kedua tanganku
keatas, kesamping dan kedepan berusaha merilexkan semua anggota tubuhku yang
kaku. Lalu aku membuka kedua kelopak mataku secara perlahan, saat mataku
terbuka sempurna aku mendapati seseorang yang tersenyum manis padaku, bibir mungilnya
mengerucut seketika aku memandangnya dengan tatapan seolah mataku berkata ‘ahh
kau ini mengganggu kenikmatanku saja
’
“Kakak??” bibir mungilnya
tersenyum kembali, dia menopang dagu dengan kedua tangannya sembari menatapku.
“apa yang kau lihat?” aku sedikit
heran dengan tatapan adikku itu, ‘apakah ada sesuatu di wajahku?’ ucapan
batinku.
“kakak sangat cantik” ucapannya
yang mampu membuatku terkekeh pelan melihat wajah polosnya saat mengucapkan
kata-kata yang sama setiap kali dia memandangiku saat aku bangun tidur, aku
langsung beranjak dari ranjang king size ku dan menarik adikku untuk keluar
dari kamar.
“keluar sana, kakak mau mandi”
segera aku kunci kamarku agar adikku tidak masuk. Aku melirik jam yang
bertengger di dinding kamarku, ‘oh ini masih sangat pagi, mataharipun belum
sempurna memancarkan cahayanya’ aku sibakkan gordeng berwarna emas kecoklatan
dan aku buka jendela kamarku
Sssstttttt semilir angin sejuk
menyapaku dengan ramah dan mampu mengerak-gerakkan poni ku, aku merasa kantuk
kembali dan sesekali menguap saat aku tengah menghirup dalam-dalam oksigen yang
sangat segar.
“ah aku rasa sang matahari sudah
menggangu aktivitasku” sinar matahari
yang menyilaukan mata memaksakanku untuk berhenti menikmati indahnya pagi hari.
Aku tutup jendelaku dan pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai aku membuka
lemariku dan mencari seragan SMA ku, ya aku masih seorang pelajar dan sekarang
adalah hari pertama aku menjadi siswa kelas 3A di SMA Cassiopeia. Aku merias
diri selayaknya anak SMA, walaupun riasanku hanya berupa ikatan rambut dan
kacamata minusku. Aku tidak mengenakan make-up sedikitpun diwajahku karena
make-up mampu mengiritasi kulitku.
“aku siap!!!!” ucapanku semangat
saat aku lirik wekker di nakasku yang menunjukan pukul 7 pagi, segera aku gendong
tas hitamku dan pergi menuju dapur. Aku melihat adikku yang tengah lahap
memakan sarapan pagi.
“apa kau lapar?” ucapku seraya
mengacak-acak rambut adikku
“ah kakak, kau merusak rambutku!!
Aku butuh satu jam untuk menata rambutku!” adikku benar-benar kesal padaku, dia
menundukan kepala dan mengerak-gerakkan bibirnya ‘mungkin dia sedang
merutukiku’ aku memberikannya senyuman manisku saat dia mengangkat kepalanya.
Dia membalas senyumanku seolah menandakan dia tidak kesal padaku.
Acara sarapan pagi selesai, aku
berangkat bersama adikku, karena kami sama-sama sekolah di SMA Cassiopeia cuman
bedanya adikku masih kelas satu ‘murid baru tentunya’
Aku memasuki kelas 3A setelah aku
mengantarkan adikku ke kelas 1C. Aku mengedarkan pandanganku mencoba memastikan
apakah ada yang aku kenali di kelas baruku ini ‘hmm sepertinya tidak ada,
semuanya terasa baru, hanya ada aku dan 3 orang menyebalkan itu yang berasal
dari kelas 2A. entah kutukan apa yang terjadi padaku sehingga aku harus satu
kelas lagi dengan ketiga mahluk yang menganggap dirinya paling cantik seantero
jagat ini’ perutku terasa mual jika mengingat kembali saat ketiganya
mengibas-ngibaskan rambut dan meliuk-liukan badan mereka seolah menunjukan
tubuh sexy mereka. Apa sexy? Hahahaha aku rasa mereka harus minum susu penambah
berat badan agar terlihat sexy.
Tidak ada meja kosong, mau tidak
mau aku harus menepati meja yang aku anggap paling terkutuk karena berada
dipojok kelasku. Hah aku sangat kesal, terlebih lagi didepan mejaku ditempati
oleh orang-orang menyebalkan itu. Aku tidak sudi lama-lama di dalam kelasku,
telingaku sakit!! aku langsung pergi meninggalkan kelas terkutukku dan menuju
perpustakaan. Aku meminjam sebuah novel favoritku dan membacanya ditempat
favoritku pula, tepatnya diatap sekolah yang sangat sepi karena dapat aku
pastikan tidak ada seorangpun yang akan mengunjungi tempat ini.
“setidaknya inilah alasanku untuk
tetap bertahan disekolah ini, disini aku bisa melakukan apapun yang aku mau
tanpa ada sepasang mata yang memperhatikankku, hmmm tentunya mata dan telingaku
tidak akan sakit kerena ketiga orang menyebalkan itu. Mungkin nanti dikelas aku
akan iritasi hehehe”
Aku memulai membaca novel
kesukaanku, aku sandarkan punggungku di batang pohon yang menjulang tinggi
melebihi tingginya sekolahku, tak lupa aku pasangkan headset di telingaku dan
memutar lagu-lagu kesayangan yang ada di playlist handphone ku. Memang terlihat
aneh, membaca novel sambil mendengarkan music, tapi aku telah terbiasa dengan
semua ini. aku menikmati alunan music di telingaku dan mataku tidak pernah
lepas dari novel yang ada dihadapanku. Aktivitasku mendadak terhenti saat ada
yang menarik headsetku dari arah belakang.
“apa kau bisa konsentrasi membaca
novel itu?” terdengar suara bass dari arah belakang, sontak aku langsung memutarkan
kepalaku dan menatap seseorang itu.
“apa yang kau la?” aku tidak
melanjutkan kalimatku karena saat aku membalikkan wajahku, aku menadapati
wajahnya sangat dekat dengan wajahku, hidung mancungnya bersentuhan dengan
hidung mancungku. Gugup? Mungkin saja, inilah pertama kalinya aku melihat wajah
pria sedekat ini. Tidak!! Aku bukan gugup tapi kesal karena dia mengangguku.
Aku mulai menerka-nerka apakah gugup atau kesal, tanpa aku sadari aku tengah
menatapi wajahnya, padahal pikiranku masih pada hal terka – menerka.
“wajahmu memerah”
ucapan pria itu mampu menghentikanku yang
sedari tadi menatap wajahnya, secepat mungkin aku langsung menjauhi wajahnya
agar ada jarak di antara kami berdua. Lalu aku memutar kembali kepalaku
keposisi semula. ‘ahh kenapa wajahku harus memerah? Aku yakin pria itu tengah
menertawaiku sekarang huuuuhhh menyebalkan sekali, sekarang apa yang harus aku
lakukan? Kalau aku langsung pergi pasti dia akan tambah menertawaiku, apa aku
harus menyapanya? Ah tapi aku malu -_- whattttt??? Apa yang dia lakukan?
Mengapa dia duduk disampingku?’
“hei”
dia menyapaku dengan menunjukkan senyum manisnya yang membuatku
sedikit pasrah jikalau wajahku akan tambah memerah saat melihat senyumannya.
‘bodoh! Kenapa aku seperti orang bodoh! Ahh aku harus segera menyelamatkan
wajahku yang Nampak bodoh ini.
“aku sedang membaca, tolong
jangan mengganggu!” aku rasa aku berhasil mengantisipasi wajah bodohku ini.
“hmmm kau telah menggangguku jadi
balasannya aku harus mengganggumu”
“aku ini sedang membaca, bagaimana
bisa aku mengganggumu, kau ini mengada-ada saja”
“membaca? Aku pikir kau sedang
menyanyi” ucapanya mampu membuatku tertawa namun aku langsung berhenti dan
melirik ke arahnya yang sedari tadi menatapku.
“menyanyikan lagu Beyonce dengan
sura kuda, begitula persisnya! Dan itu membuatku sedikit terusik dari tidurku”
dia mengucapkannya tepat ditelinga kiriku dan saat mendengarnya rasanya aku
ingin melemparkan dia dari atap sekolah ini.
Aku menarik napasku dalam-dalam
dan kembali memfokuskan mataku yang tengah membaca novel. Aku tidak
menghiraukan sosok yang ada disampingku ini. aku melirik sekilas kearahnya, dia
tengah memasangkan headsetku di telinganya. Dia menyanyikan lagu favoritku (The
way you are – Bruno Mars)
Aku menghetikan bacaanku dan
mulai mendengarkan dia menyanyi tanpa menoleh kearahnya namun tetap mataku
menikam di depan novel. ‘suaranya lumayan’ gumamku pelan. Aku melirik sekilas
lagi ternyata dia tengah memainkan gitar, gitar bayangan tepatnya. Dia
menutupkan matanya sambil memainkan gitar bayanganya saat itulah aku menoleh
kearahnya dan tersenyum melihat ekspressinya saat menutupkan mata yang
menurutku itu sangat lucu.
“aku ini tampan bukan? ”
mendengar pertanyaan seperti itu aku rasanya seperti sedang telanjang di tengah
keramaian kota ‘sangat malu’
“aku tidak perlu menjawab
pertanyaan konyol itu”
“jangan berpura-pura, aku tau kau
sedang memuji ketampananku” ucapanya seraya membukakan kedua matanya dan
menatap mataku dalam-dalam.
‘Oh my goodness, apa yang dia
lakukan? Mengapa dia menatapku seperti itu? Dan kenapa….Semakin lama wajanya
semakin dekat bahkan sekarang pun aku dapat merasakan hembusan nafasnya.
Sebenarnya dia mau apa? Apa dia mau….. errrr dasar mesum!!!’
Aku mendorong tubuhnya hingga dia
terlenting kebelakang. Dia sedikit kaget dan langsung menatapku tajam
“mengapa kau sekasar ini eoh?”
ucapnya sambil memijat bokongnya yang mungkin terasa sakit.
“aku tidak akan kasar kalau kau
tidak bertindak mesum” aku sedikii member penekanan pada kata MESUM.
“mwo?? Mesum?? Hahaha jadi kau
berpikir aku akan menciummu? Yaaa Nona Song sebenarnya yang pervert itu kamu
bukan aku, arra? Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin membantu
membersihkan jidatmu yang sepertinya terkena tinta” pungksanya yang mampu
membuat sesuatu yang ada di otakku telah naik ke ubun-ubun kepalaku.
“apa yang kau bilang? Aku
pervert? Haha sepertinya ada yang mengganggu sitem kerja otakmu!!!!” aku
sedikit membentak kepadanya
“kau ini tidak tau terimakasih”
dia sedikit menyunggingkan bibirnya yang membuatku semakin muak.
“diam kau otak
mesum!!!!!!!!!!!!!”
To Be Continue..... ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar