Sabtu, 20 Oktober 2012

My First Love



Tittle        : My First love ( I’ve fallen for you)
Casts       : Song Young Ra, Kim Jung Ha, Song Seo Hun
Genres     : Romance, family
Rate         : PG 17
Length      : 1 of ?


‘hmmmmm’ gumamku saat aku merasa ada yang mengusik tidurku

‘Siapa dia?’

Aku rentangkan kedua tanganku keatas, kesamping dan kedepan berusaha merilexkan semua anggota tubuhku yang kaku. Lalu aku membuka kedua kelopak mataku secara perlahan, saat mataku terbuka sempurna aku mendapati seseorang yang tersenyum manis padaku, bibir mungilnya mengerucut seketika aku memandangnya dengan tatapan seolah mataku berkata ‘ahh kau ini mengganggu kenikmatanku saja
“Kakak??” bibir mungilnya tersenyum kembali, dia menopang dagu dengan kedua tangannya sembari menatapku.

“apa yang kau lihat?” aku sedikit heran dengan tatapan adikku itu, ‘apakah ada sesuatu di wajahku?’ ucapan batinku.

“kakak sangat cantik” ucapannya yang mampu membuatku terkekeh pelan melihat wajah polosnya saat mengucapkan kata-kata yang sama setiap kali dia memandangiku saat aku bangun tidur, aku langsung beranjak dari ranjang king size ku dan menarik adikku untuk keluar dari kamar.

“keluar sana, kakak mau mandi” segera aku kunci kamarku agar adikku tidak masuk. Aku melirik jam yang bertengger di dinding kamarku, ‘oh ini masih sangat pagi, mataharipun belum sempurna memancarkan cahayanya’ aku sibakkan gordeng berwarna emas kecoklatan dan aku buka jendela kamarku

Sssstttttt semilir angin sejuk menyapaku dengan ramah dan mampu mengerak-gerakkan poni ku, aku merasa kantuk kembali dan sesekali menguap saat aku tengah menghirup dalam-dalam oksigen yang sangat segar.

“ah aku rasa sang matahari sudah menggangu aktivitasku”  sinar matahari yang menyilaukan mata memaksakanku untuk berhenti menikmati indahnya pagi hari. Aku tutup jendelaku dan pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai aku membuka lemariku dan mencari seragan SMA ku, ya aku masih seorang pelajar dan sekarang adalah hari pertama aku menjadi siswa kelas 3A di SMA Cassiopeia. Aku merias diri selayaknya anak SMA, walaupun riasanku hanya berupa ikatan rambut dan kacamata minusku. Aku tidak mengenakan make-up sedikitpun diwajahku karena make-up mampu mengiritasi kulitku. 

“aku siap!!!!” ucapanku semangat saat aku lirik wekker di nakasku yang menunjukan pukul 7 pagi, segera aku gendong tas hitamku dan pergi menuju dapur. Aku melihat adikku yang tengah lahap memakan sarapan pagi.

“apa kau lapar?” ucapku seraya mengacak-acak rambut adikku

“ah kakak, kau merusak rambutku!! Aku butuh satu jam untuk menata rambutku!” adikku benar-benar kesal padaku, dia menundukan kepala dan mengerak-gerakkan bibirnya ‘mungkin dia sedang merutukiku’ aku memberikannya senyuman manisku saat dia mengangkat kepalanya. Dia membalas senyumanku seolah menandakan dia tidak kesal padaku.

Acara sarapan pagi selesai, aku berangkat bersama adikku, karena kami sama-sama sekolah di SMA Cassiopeia cuman bedanya adikku masih kelas satu ‘murid baru tentunya’

Aku memasuki kelas 3A setelah aku mengantarkan adikku ke kelas 1C. Aku mengedarkan pandanganku mencoba memastikan apakah ada yang aku kenali di kelas baruku ini ‘hmm sepertinya tidak ada, semuanya terasa baru, hanya ada aku dan 3 orang menyebalkan itu yang berasal dari kelas 2A. entah kutukan apa yang terjadi padaku sehingga aku harus satu kelas lagi dengan ketiga mahluk yang menganggap dirinya paling cantik seantero jagat ini’ perutku terasa mual jika mengingat kembali saat ketiganya mengibas-ngibaskan rambut dan meliuk-liukan badan mereka seolah menunjukan tubuh sexy mereka. Apa sexy? Hahahaha aku rasa mereka harus minum susu penambah berat badan agar terlihat sexy. 

Tidak ada meja kosong, mau tidak mau aku harus menepati meja yang aku anggap paling terkutuk karena berada dipojok kelasku. Hah aku sangat kesal, terlebih lagi didepan mejaku ditempati oleh orang-orang menyebalkan itu. Aku tidak sudi lama-lama di dalam kelasku, telingaku sakit!! aku langsung pergi meninggalkan kelas terkutukku dan menuju perpustakaan. Aku meminjam sebuah novel favoritku dan membacanya ditempat favoritku pula, tepatnya diatap sekolah yang sangat sepi karena dapat aku pastikan tidak ada seorangpun yang akan mengunjungi tempat ini.

“setidaknya inilah alasanku untuk tetap bertahan disekolah ini, disini aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa ada sepasang mata yang memperhatikankku, hmmm tentunya mata dan telingaku tidak akan sakit kerena ketiga orang menyebalkan itu. Mungkin nanti dikelas aku akan iritasi hehehe” 

Aku memulai membaca novel kesukaanku, aku sandarkan punggungku di batang pohon yang menjulang tinggi melebihi tingginya sekolahku, tak lupa aku pasangkan headset di telingaku dan memutar lagu-lagu kesayangan yang ada di playlist handphone ku. Memang terlihat aneh, membaca novel sambil mendengarkan music, tapi aku telah terbiasa dengan semua ini. aku menikmati alunan music di telingaku dan mataku tidak pernah lepas dari novel yang ada dihadapanku. Aktivitasku mendadak terhenti saat ada yang menarik headsetku dari arah belakang. 

“apa kau bisa konsentrasi membaca novel itu?” terdengar suara bass dari arah belakang, sontak aku langsung memutarkan kepalaku dan menatap seseorang itu.

“apa yang kau la?” aku tidak melanjutkan kalimatku karena saat aku membalikkan wajahku, aku menadapati wajahnya sangat dekat dengan wajahku, hidung mancungnya bersentuhan dengan hidung mancungku. Gugup? Mungkin saja, inilah pertama kalinya aku melihat wajah pria sedekat ini. Tidak!! Aku bukan gugup tapi kesal karena dia mengangguku. Aku mulai menerka-nerka apakah gugup atau kesal, tanpa aku sadari aku tengah menatapi wajahnya, padahal pikiranku masih pada hal terka – menerka.

“wajahmu memerah”     

ucapan pria itu mampu menghentikanku yang sedari tadi menatap wajahnya, secepat mungkin aku langsung menjauhi wajahnya agar ada jarak di antara kami berdua. Lalu aku memutar kembali kepalaku keposisi semula. ‘ahh kenapa wajahku harus memerah? Aku yakin pria itu tengah menertawaiku sekarang huuuuhhh menyebalkan sekali, sekarang apa yang harus aku lakukan? Kalau aku langsung pergi pasti dia akan tambah menertawaiku, apa aku harus menyapanya? Ah tapi aku malu -_- whattttt??? Apa yang dia lakukan? Mengapa dia duduk disampingku?’ 


“hei”    

 dia menyapaku dengan menunjukkan senyum manisnya yang membuatku sedikit pasrah jikalau wajahku akan tambah memerah saat melihat senyumannya. ‘bodoh! Kenapa aku seperti orang bodoh! Ahh aku harus segera menyelamatkan wajahku yang Nampak bodoh ini.

“aku sedang membaca, tolong jangan mengganggu!” aku rasa aku berhasil mengantisipasi wajah bodohku ini.
“hmmm kau telah menggangguku jadi balasannya aku harus mengganggumu”

“aku ini sedang membaca, bagaimana bisa aku mengganggumu, kau ini mengada-ada saja”

“membaca? Aku pikir kau sedang menyanyi” ucapanya mampu membuatku tertawa namun aku langsung berhenti dan melirik ke arahnya yang sedari tadi menatapku.

“menyanyikan lagu Beyonce dengan sura kuda, begitula persisnya! Dan itu membuatku sedikit terusik dari tidurku” dia mengucapkannya tepat ditelinga kiriku dan saat mendengarnya rasanya aku ingin melemparkan dia dari atap sekolah ini.

Aku menarik napasku dalam-dalam dan kembali memfokuskan mataku yang tengah membaca novel. Aku tidak menghiraukan sosok yang ada disampingku ini. aku melirik sekilas kearahnya, dia tengah memasangkan headsetku di telinganya. Dia menyanyikan lagu favoritku (The way you are – Bruno Mars)

Aku menghetikan bacaanku dan mulai mendengarkan dia menyanyi tanpa menoleh kearahnya namun tetap mataku menikam di depan novel. ‘suaranya lumayan’ gumamku pelan. Aku melirik sekilas lagi ternyata dia tengah memainkan gitar, gitar bayangan tepatnya. Dia menutupkan matanya sambil memainkan gitar bayanganya saat itulah aku menoleh kearahnya dan tersenyum melihat ekspressinya saat menutupkan mata yang menurutku itu sangat lucu.

“aku ini tampan bukan? ” mendengar pertanyaan seperti itu aku rasanya seperti sedang telanjang di tengah keramaian kota ‘sangat malu’

“aku tidak perlu menjawab pertanyaan konyol itu” 

“jangan berpura-pura, aku tau kau sedang memuji ketampananku” ucapanya seraya membukakan kedua matanya dan menatap mataku dalam-dalam.

‘Oh my goodness, apa yang dia lakukan? Mengapa dia menatapku seperti itu? Dan kenapa….Semakin lama wajanya semakin dekat bahkan sekarang pun aku dapat merasakan hembusan nafasnya. Sebenarnya dia mau apa? Apa dia mau….. errrr dasar mesum!!!’ 

Aku mendorong tubuhnya hingga dia terlenting kebelakang. Dia sedikit kaget dan langsung menatapku tajam

“mengapa kau sekasar ini eoh?” ucapnya sambil memijat bokongnya yang mungkin terasa sakit.

“aku tidak akan kasar kalau kau tidak bertindak mesum” aku sedikii member penekanan pada kata MESUM.

“mwo?? Mesum?? Hahaha jadi kau berpikir aku akan menciummu? Yaaa Nona Song sebenarnya yang pervert itu kamu bukan aku, arra? Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin membantu membersihkan jidatmu yang sepertinya terkena tinta” pungksanya yang mampu membuat sesuatu yang ada di otakku telah naik ke ubun-ubun kepalaku.

“apa yang kau bilang? Aku pervert? Haha sepertinya ada yang mengganggu sitem kerja otakmu!!!!” aku sedikit membentak kepadanya

“kau ini tidak tau terimakasih” dia sedikit menyunggingkan bibirnya yang membuatku semakin muak.
“diam kau otak mesum!!!!!!!!!!!!!”

To Be Continue..... ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar