Tittle
: Call ( Don’t say good bye)
Author : Shim Lunny
Casts : Shim Changmin, Jung Hyerin
Genres :
Romance, Sad, Angst
Rate :
T
Length :
1 of ?
Warning :
-
Strong
Language
-
Alur
berantakan dan gaje- Typo dimana – mana
- Feel nya kurang
- Butuh kritik dan saran readers
Declaimer : Ini cerita
terinspirasi dari kisah seseorang dan ini murni cerita karangan author.
*HAPPY READING*
“when you are happy, when
you are sad, when you are tired will you think of me? I’ll always be there for
you, don’t feel you are alone in this world. Call me baby, if you need me to
get by, I will comfort you…”
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Hyerin’s VOP
Tampak menyedihkan saat aku menatap pantulan wajahku didepan cermin,
entah mengapa hari ini sepertinya lingkar mataku semakin menunjukan bahwa aku
tidak baik – baik saja
“ah”
Aku pun sebenarnya tidak ingin seperti ini, sangat menyedihkan…………..
“changmin ahh, apakah anda bahagia?!!!!”
“hahahaha” tawaku penuh pilu, jujur saja aku tidak tahu apa yang harus
aku lakukan untuk menerima semua ini. pantaskah aku tertawa? Air mataku bahkan
mengalir saat aku tertawa. Apa aku harus…….. harus mati saja? Bukankah setelah
aku mati aku tidak bisa tertawa ataupun menangis?
“hiks hiks hiksssss” akhirnya aku menangis juga, mataku sangat
perih…perih…perihhh, bahkan aku tidak bisa melihat dengan jelas melihat wajahku
didepan cermin, sangan perih untuk membuka mata.
“aku tak ingin seperti ini…… semua organ tubuhku sangat sakit,
terutama hatiku yang terasa sesak dan perih hiks… hiks…. Hiksssss”
Walaupun mataku terasa sakit, aku berusaha mencoba membukanya perlahan
mencoba sekali lagi melihat bagaimana rupaku. Saat aku membuka mataku, aku
dekatkan wajahku dengan cermin, aku tatap pantulan mataku yang memerah,
sesekali aku mengerjapkan mata dan menatap mataku kembali. Menatapnya dalam –
dalam hingga aku menerawang jauh kemasa lalu.
#Flashback 2 years ago
“hyerin- shi… ada sesuatu yang ingin oppa katakan” ucapnya terbata,
sepertinya dia gugup
“katakanlah oppa”
“eng…. Emmmm… please beeeee my girl”
Dia sedikit berbisik, sebenarnya aku sedikit menangkap ucapanya, ‘
pacar oppa? Aku mau oppa , sangat’ Tapi aku takut salah dengar sengaja aku
memintanya untuk mengulang ucapanya.
“hmmm? Apa oppa sedang berbisik? Suara oppa tidak benar – benar
tertangkap oleh pendengaranku” ucapku berbohong. Chap chap chap ‘oppa wajahmu
memerah’ hahaha apa dia benar – benar gugup? Aku dapat melihat semburat merah
dipipi putihnya
Dia mematung dihadapanku, sesaat kemudian dia membalikkan badannya
membelakangiku. Aku sedikit terkejut ‘apakah dia tidak ingin mengungkapkan
perasaannya lagi? Apa aku harus meralat perkataanku dan mengatakan bahwa aku mendengar
semuanya? Tapiiii’
Saat aku tengah bergulat dengan pikiranku, tanpa kusadari dia
membalikkan badannya dan berjalan kearahku, dia meraih pundakku, aku pun
terkejut dan menatapnya dalam - dalam, dia pun menatapku seperti itu, aku dapat
menangkap sebuah ketulusan dan keseriusan dimatanya. Aku tersenyum padanya saat
dia tersenyum padaku.
Selama beberapa detik kita saling menatap satu sama lain, hingga
akhirnya dia melakukan gerakan tiba – tiba yang membuatku sangat sangat
terkejut saat dia mendekatkan wajahnya kepadaku. Dan………………… ‘kiss’ dia mencium
keningku. ‘oh my goodness’
“Hyerin saranghae” ucapnya
dengan penuh kesungguhan
“nado saranghae ” ucapku SPONTAN tanpa ba bi bu terlebih dahulu
Dia tertawa pelan melihat reaksiku yang mungkin berlebihan. Aku pun
blushing karenanya
“ jadi mulai sekarang kita……” dia tidak melanjutkan kalimatnya,
sepertinya dia sengaja, dengan SPONTAN kembali aku menjawabnya.
“pacaran”
Aku benar – benar bahagia saat ini, ‘Oh God, he’s mine’^^^^ dia
melingkarkan tangannya dipinggangku, akupun langsung memeluknya sangat erat,
tak ingin ada jarak diantara kita. Sekali lagi dia terkekeh pelan dengan aksi
ku, tanganku yang sedari tadi melingkar di lehernya lalu aku turunkan tangan
kananku menuju dadanya, dapat aku radakan jantungnya berdetak sanggat kencang
sama sepertiku… aku tidak meragukkan lagi ketulusan cintanya kepadaku.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………....................
Author’s VOP
Shim Changmin dan Jung Hyerin, siapa yang tidak kenal mereka? Mereka adalah
pasangan kekasih yang boleh dikatakan sangatlah harminonis, sosok Changmin yang
tampan, cerdas serta memiliki sisi ke manly an yang mungkin membuat para lelaki
menjadi iri kepadanya. Jung Hyerin yang berparas cantik, santun dan sangat
lembut, ini yang membuat para lelaki jatuh hati karenanya
.
Pasangan ini selalu kompak setiap saat, dimanapun dan kapanpun mereka
tidak sungkan – sungka untuk menunjukan rasa cinta mereka kepada pasangannya.
“Flower’s couple” itulah julukan yang ditunjukan pada mereka? Why?
Karena keduanya itu laksana bunga mawar yang semakin mekar semakin menunjukan
keindahanya.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....
#flashback end
Hyerin’s VOP
“saranghae? Flower’s couple? Hahaha are you still remember changmin
ah?? Umm I think you already forgotten that, right?”
Tubuhku kini mulai melemah, aku tidak punya tenaga bahkan tubuhku pun
hampir jatuh kalau saja tidak ada dinding disampingku, aku bersandar pada
dinding untuk menahan tubuhku agar tidak jatuh. Aku masih ingin menatap mataku
dan menerawang kembali kemasa lalu
.
“hiks.. hikss.. hiksss… masa indah…. Itu hanya sesaat sebelum kau
berubah menjadi sosok yang sangat tidak aku harapkan… I didn’t like you being
different from me, I might have run away from you but I can’t”
#flashback
I didn’t like you being
different from me, I might have run away from you but I can’t
Lima belas bulan bersamanya merupakan hal yang sangat indah dalam
hidupku. Bersama dia kekasihku aku bahagia. Aku merasa menjadi wanita yang
paling beruntung didunia ini dengan memilikinya.
Namun, hubungan kami mulai sedikit tergoyahkan saat dia Shim Changmin
kekasihku memutuskan untuk mengambil beasiswanya untuk sekolah di luar negeri,
Tokyo tepatnya. Aku sebagai kekasihnya sepatutnya mendukung apapun pilihannya
walaupun ini bisa menyakiti hatiku.
“Hyerin ah, ada dua hal yang
ingin aku katakan” ucapnya seraya memegang kedua pipiku . Aku menatap kedua
matanya yang bermaksud bahwa aku siap mendengarkan perkataanya
“pertama, aku akan berangkat ke Tokyo untuk melanjutkan pendidikanku
disana” ucapan ini sontak membuatku sangat shock, tapi aku tidak boleh
menunjukan ketidaksukaanku padanya, bagimanapun ini hak nya, dia sangat pintar
dan berprestasi sangat disayangkan kalau dia harus melepaskan beasiswanya demi
aku yang tidak merelakannya pergi
.
“Hyerin ah, kalau kau tidak
menginginkanku pergi aku tidak akan pergi” yappp dia menangkapku, alhasil aku
hanya tersenyum tipis saat menatap matanya
.
“pergilah” ucapku singkat,
kulukiskan kembali senyumanku, yapp dia pun membalas senyumanku meskipun
matanya seolah bertanya-tanya. Aku dapat membacanya
.
“jarak akan memisahkan kita, tapi percayalah tidak ada jarak diantara
hatiku dan hatimu, aku akan menghubungimu” ucapnya singkat namun penuh
arti. Disinilah aku menitihkan airmata namun langsung ku seka dan semakin ku
kembangkan senyumanku. Kuraih kedua tangan changmin yg masih memegang pipiku.
Ku anggukan kepalaku bertanda aku percaya kepadanya. Namja tampan ini kembali
memelukku sembari membisikan “saranghae
my flower”
To be continue……………………. ^_^
Diwajib komentar yaaa
BalasHapus