Sabtu, 20 Oktober 2012

Call



Tittle                     : Call ( Don’t say good bye)
Author                  : Shim Lunny
Casts                    : Shim Changmin, Jung Hyerin
Genres                  : Romance, Sad, Angst
Rate                      : T
Length                   : 1 of ?
Warning                 : 
-          Strong Language
-          Alur berantakan dan gaje
-          Typo dimana – mana
-          Feel nya kurang
-          Butuh kritik dan saran readers

Declaimer           : Ini cerita terinspirasi dari kisah seseorang dan ini murni cerita  karangan author.

*HAPPY READING*

“when you are happy, when you are sad, when you are tired will you think of me? I’ll always be there for you, don’t feel you are alone in this world. Call me baby, if you need me to get by, I will comfort you…”
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Hyerin’s VOP

Tampak menyedihkan saat aku menatap pantulan wajahku didepan cermin, entah mengapa hari ini sepertinya lingkar mataku semakin menunjukan bahwa aku tidak baik – baik saja

“ah”

Aku pun sebenarnya tidak ingin seperti ini, sangat menyedihkan…………..

“changmin ahh, apakah anda bahagia?!!!!”

“hahahaha” tawaku penuh pilu, jujur saja aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menerima semua ini. pantaskah aku tertawa? Air mataku bahkan mengalir saat aku tertawa. Apa aku harus…….. harus mati saja? Bukankah setelah aku mati aku tidak bisa tertawa ataupun menangis?

“hiks hiks hiksssss” akhirnya aku menangis juga, mataku sangat perih…perih…perihhh, bahkan aku tidak bisa melihat dengan jelas melihat wajahku didepan cermin, sangan perih untuk membuka mata.

“aku tak ingin seperti ini…… semua organ tubuhku sangat sakit, terutama hatiku yang terasa sesak dan perih hiks… hiks…. Hiksssss”

Walaupun mataku terasa sakit, aku berusaha mencoba membukanya perlahan mencoba sekali lagi melihat bagaimana rupaku. Saat aku membuka mataku, aku dekatkan wajahku dengan cermin, aku tatap pantulan mataku yang memerah, sesekali aku mengerjapkan mata dan menatap mataku kembali. Menatapnya dalam – dalam hingga aku menerawang jauh kemasa lalu.

#Flashback 2 years ago

“hyerin- shi… ada sesuatu yang ingin oppa katakan” ucapnya terbata, sepertinya dia gugup

“katakanlah oppa”
 
“eng…. Emmmm… please beeeee my girl”

Dia sedikit berbisik, sebenarnya aku sedikit menangkap ucapanya, ‘ pacar oppa? Aku mau oppa , sangat’ Tapi aku takut salah dengar sengaja aku memintanya untuk mengulang ucapanya.

“hmmm? Apa oppa sedang berbisik? Suara oppa tidak benar – benar tertangkap oleh pendengaranku” ucapku berbohong. Chap chap chap ‘oppa wajahmu memerah’ hahaha apa dia benar – benar gugup? Aku dapat melihat semburat merah dipipi putihnya


Dia mematung dihadapanku, sesaat kemudian dia membalikkan badannya membelakangiku. Aku sedikit terkejut ‘apakah dia tidak ingin mengungkapkan perasaannya lagi? Apa aku harus meralat perkataanku dan mengatakan bahwa aku mendengar semuanya? Tapiiii’

Saat aku tengah bergulat dengan pikiranku, tanpa kusadari dia membalikkan badannya dan berjalan kearahku, dia meraih pundakku, aku pun terkejut dan menatapnya dalam - dalam, dia pun menatapku seperti itu, aku dapat menangkap sebuah ketulusan dan keseriusan dimatanya. Aku tersenyum padanya saat dia tersenyum padaku.

Selama beberapa detik kita saling menatap satu sama lain, hingga akhirnya dia melakukan gerakan tiba – tiba yang membuatku sangat sangat terkejut saat dia mendekatkan wajahnya kepadaku. Dan………………… ‘kiss’ dia mencium keningku. ‘oh my goodness’

“Hyerin  saranghae” ucapnya dengan penuh kesungguhan

“nado saranghae ” ucapku SPONTAN tanpa ba bi bu terlebih dahulu

Dia tertawa pelan melihat reaksiku yang mungkin berlebihan. Aku pun blushing karenanya

“ jadi mulai sekarang kita……” dia tidak melanjutkan kalimatnya, sepertinya dia sengaja, dengan SPONTAN kembali aku menjawabnya.
“pacaran”

Aku benar – benar bahagia saat ini, ‘Oh God, he’s mine’^^^^ dia melingkarkan tangannya dipinggangku, akupun langsung memeluknya sangat erat, tak ingin ada jarak diantara kita. Sekali lagi dia terkekeh pelan dengan aksi ku, tanganku yang sedari tadi melingkar di lehernya lalu aku turunkan tangan kananku menuju dadanya, dapat aku radakan jantungnya berdetak sanggat kencang sama sepertiku… aku tidak meragukkan lagi ketulusan cintanya kepadaku.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………....................
Author’s VOP

Shim Changmin dan Jung Hyerin, siapa yang tidak kenal mereka? Mereka adalah pasangan kekasih yang boleh dikatakan sangatlah harminonis, sosok Changmin yang tampan, cerdas serta memiliki sisi ke manly an yang mungkin membuat para lelaki menjadi iri kepadanya. Jung Hyerin yang berparas cantik, santun dan sangat lembut, ini yang membuat para lelaki jatuh hati karenanya
.
Pasangan ini selalu kompak setiap saat, dimanapun dan kapanpun mereka tidak sungkan – sungka untuk menunjukan rasa cinta mereka kepada pasangannya.
“Flower’s couple” itulah julukan yang ditunjukan pada mereka? Why? Karena keduanya itu laksana bunga mawar yang semakin mekar semakin menunjukan keindahanya.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....

#flashback end

Hyerin’s VOP
“saranghae? Flower’s couple? Hahaha are you still remember changmin ah?? Umm I think you already forgotten that, right?”

Tubuhku kini mulai melemah, aku tidak punya tenaga bahkan tubuhku pun hampir jatuh kalau saja tidak ada dinding disampingku, aku bersandar pada dinding untuk menahan tubuhku agar tidak jatuh. Aku masih ingin menatap mataku dan menerawang kembali kemasa lalu
.
“hiks.. hikss.. hiksss… masa indah…. Itu hanya sesaat sebelum kau berubah menjadi sosok yang sangat tidak aku harapkan… I didn’t like you being different from me, I might have run away from you but I can’t”

#flashback

I didn’t like you being different from me, I might have run away from you but I can’t

Lima belas bulan bersamanya merupakan hal yang sangat indah dalam hidupku. Bersama dia kekasihku aku bahagia. Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung didunia ini dengan memilikinya.

Namun, hubungan kami mulai sedikit tergoyahkan saat dia Shim Changmin kekasihku memutuskan untuk mengambil beasiswanya untuk sekolah di luar negeri, Tokyo tepatnya. Aku sebagai kekasihnya sepatutnya mendukung apapun pilihannya walaupun ini bisa menyakiti hatiku.

“Hyerin ah, ada dua hal yang ingin aku katakan” ucapnya seraya memegang kedua pipiku . Aku menatap kedua matanya yang bermaksud bahwa aku siap mendengarkan perkataanya

“pertama, aku akan berangkat ke Tokyo untuk melanjutkan pendidikanku disana” ucapan ini sontak membuatku sangat shock, tapi aku tidak boleh menunjukan ketidaksukaanku padanya, bagimanapun ini hak nya, dia sangat pintar dan berprestasi sangat disayangkan kalau dia harus melepaskan beasiswanya demi aku yang tidak merelakannya pergi
.
“Hyerin ah, kalau kau tidak menginginkanku pergi aku tidak akan pergi” yappp dia menangkapku, alhasil aku hanya tersenyum tipis saat menatap matanya
.
“pergilah” ucapku singkat, kulukiskan kembali senyumanku, yapp dia pun membalas senyumanku meskipun matanya seolah bertanya-tanya. Aku dapat membacanya
.
“jarak akan memisahkan kita, tapi percayalah tidak ada jarak diantara hatiku dan hatimu, aku akan menghubungimu” ucapnya singkat namun penuh arti. Disinilah aku menitihkan airmata namun langsung ku seka dan semakin ku kembangkan senyumanku. Kuraih kedua tangan changmin yg masih memegang pipiku. Ku anggukan kepalaku bertanda aku percaya kepadanya. Namja tampan ini kembali memelukku sembari membisikan “saranghae my flower”

To be continue……………………. ^_^





1 komentar: