Teenagers Love
Jumat, 16 November 2012
Postman To Heaven
Tittle : Postman To Heaven
Casts
: Jung Yunho, Kim Jaejoong
Genres : Yaoi, Romance, Angst
Rate : PG-17
Length : 1 of 3
Warning :
-
Ini cerita Yaoi
(Boy × Boy)
-
Alur berantakan
-
Typos everywhere
-
Feel nya kurang
Happy
reading
Author’s VOP
“Jung Yunho”
“hmm”
“Jung Yunho”
“…………………….”
“Yaaa JUNG YUNHO!!!!”
“wae?!!!!”
“bisakah kau lebih sopan kepadaku
huh?!!”
“sumbaenim, bisakah kau mengerti kondisiku
sekarang ini? aku benar – ben….”
“ aku tau Yunho ah, aku juga pernah
merasakannya, cobalah untuk mengikhlaskan takdirmu ini.”
Pria berjubah putih ini perlahan mendekati
Jung Yunho yang terduduk lemas diatas lantai bewarna merah, dia mensejajarkan
tubuhnya dengan Jung Yunho dan menyentuh pundak yang kokoh itu.
“aku tidak ingin seperti ini
sumbaenim, ini terlalu cepat untukku, usia ku masih 22 tahun. Aku belum
melakukan apapun yang aku inginkan hiks hiks” Jung Yunho yang berpundak kokoh
ini menenggelamkan wajahnya di telapak tangganya yang besar dan lebar. Perlahan
ada tetesan air mata yang keluar dari sela – sela jari tangannya.
“Yunho ah, kuatkan dirimu dan hadapi
semua ini”
“aku masih ingin merasakan pelukan
kedua orang tua ku” isakkan Jung Yunho semakin keras seolah tidak mempedulikan
semua orang disekitarnya yang bernasib sama dengannya.
“Yunho, dengarkan aku baik – baik,
sekarang ini aku akan memberimu sebuah tugas. Tugas ini mungkin terdengar
mustahil tapi jika kau melakukan dengan baik dapat aku pastikan kau…..” Pria
berjubah ini tidak melanjutkan kalimatnya, dia merasa ragu akan ucapannya.
“aku kenapa? Dan tugas apa?” Jung
Yunho membuka kedua telapak tangganya dan menunjukan wajahnya yang sudah basah
karena linangan air mata.
“bukankah kau pernah berkata ‘bisakah
aku meninggalkan dunia ini dengan layak?’ dengan tugas ini dapat aku pastikan
kau akan pergi dengan tenang, dan tugas ini akan aku beritahu nanti, sekarang
ikuti aku dan bersihkan wajah tampanmu yang terlihat lusuh itu”
Jung Yunho menuruti apa yang
diperintahkan Pria berjubah yang bekulit penuh kerutan ini, dia menundukan
kepalanya saat melintasi sebuah lorong yang setiap sisinya dipenuhi oleh orang
– orang yang bernasib sama dengannya, ada yang menangis, marah, dan juga ada
yang tertawa. Lorong yang dilewatinya sangatlah panjang dan gelap bahkan Yunho
sendiri semakin merasa ragu dengan apa yang akan menjadi tugasnya.
“ayo masuk” seru pria yang akrab
dipanggil sumbaenim.
“ye? Kita mau kemana? Kenapa kita naik
lift?” Yunho mencoba memperhatikan setiap lekuk lift dihadapannya, dia merasa
bingung dengan sikap Sunbae nya yang
selalu tersenyum saat dia mendapati wajahnya.
Ssssssssssssssssssttttttttttttttttt
“cha, kita sudah sampai” Pria berjubah
itu menyentuh kedua pundak Yunho dan merapihkan kemeja putihnya yang
berantakan.
“dimana ini sunbaenim?” Pria yang
memiliki sorot mata tajam ini merasa heran dengan keberadaanya saat ini.
“Yunho ah, kita ada dibumi, aku
memilihmu untuk melaksanakan tugas ini karena aku percaya kepadamu, dan tugasmu
adalah menjadi Postman to Heaven” ucap pria tua ini mantap
“mwo? Tugas macam apa itu?”
“kau lihat kotak pos yang ada
disebelahmu itu, dan cobalah kau buka apa isinya”
Yunho menyentuh kotak pos yang ada
disampingnya, dilihatnya ada tumpukan surat, mainan anak – anak, makanan dan
banyak lagi hal – hal yang membuat sosok yang berahang tegas ini mengerutkan
alisnya. Dia menyentuh sebuah surat dan membacanya.
( Park Ha Na, apakah kau melihat air mataku
saat ini? aku menagis bukan hanya karena kesedihanku, tapi aku menangis karena
kau membalas suratku ini, aku bisa tau keadaanmu saat ini ternyata kau baik –
baik saja dan kau selalu mengawasiku diatas sana, gumawo … suratmu ini telah
menguatkanku yang rapuh setelah kepergianmu. Apa kau lapar? Aku memasakkan
kimchi kesukaanmu, ini murni buatanku, kalau kau suka kasih tau aku untuk
membuatnya lagi. Aku menunggu balasan suratmu sayang. I Love You “Kim Jaejoong” )
“Makan kimchi nya dan balas surat itu,
itulah tugasmu Jung Yunho, aku pergi ”
“chakkaman… apakah aaa”
Sebelum Yunho menyelesaikan
kalimatnya, Pria tua itu telah menarik tangan Yunho untuk bersembunyi dibalik
rerumputan yang jaraknya hanya 12 meter dari posisi semula. Ternyata ada lelaki
separuh baya tengah melangkah ke arah kotak pos dan memasukkan surat
kedalamnya.
“kenapa kita bersembunyi? Bukankah
orang itu tidak dapat melihat kita” Ucap Yunho heran.
“aniya yunho ah, aku lupa member
tahumu, kalau kau bisa terlihat tapi hanya untuk orang – orang yang merasa
kehilangan dan percaya surga itu ada. Termasuk orang itu bisa melihatmu karena
dia masih merasakan kehilangan istrinya yang telah meninggal, jadi kau harus
berhati – hati jangan sampai tertangkap dan apabila ada yang mengetahui tugasmu
ini jadikan dia patnermu. Dengan begitu akan ada yang membatumu menyelesiakan
tugas ini, berusahalah untuk jujur kepada patnermu karena itu akan
memudahkanmu. Yunho, waktumu hanya 14 hari, manfaatkan tugas ini dengan baik”
“aaapa aku bisa mendapatkan mukjijat
dengan melakukan tugas ini, tubuhku masih terbaring lemah di RS, bisakah aku bangkit
dari koma ku dan hidup?” Ucap Yunho terbata, mata musangnya menatap mata yang
ada dihadapannya dengan tatapan penuh harapan.
“itu mustahil Yunho, ini sudah
takdirmu, karena dari semua yang pernah bertugas seperti ini mereka tidak dapat
hidup kembali. Tapi……aku tidak dapat memastikan kedepannya.”
Linangan air mata keluar dari kedua
sudut mata Yunho. Ini sudah dipastikan mata Yunho akan memerah dan bengkak
karena ia tidak berhentinya menangis.
“ne aku mengerti itu sangat mustahil
hiks hiks, eumm bisakan aku menemui orang tua ku? Mereka bisa melihatku?”
“Kau hanya bisa melihatnya tapi orang
tua mu tidak bisa melihatmu, ini sudah hukumnya, baiklah aku pergi, aku akan
mengawasimu”
Tringgggggg
Yunho’s VOP
Aku menghampiri kotak pos setelah
lelaki separuh baya itu pergi. Ku buka kotak pos itu dan memasukkan semua surat
kedalam tasku dan tak lupa aku membawa kotak makanan yang berisi kimchi. Cukup
jauh aku berjalan mengelilingi padang rumput yang luas akhirnya aku menemukan
sebuah bis yang berhenti tepat dihadapanku. Ku alihkan pandanganku kepada sosok
yang sedang duduk mematung dibangku supir, aku dapat memastikan dia sepertiku
yang membedakan hanya tugas aku dengannya yang berbeda.
20 menit waktu berlalu, sekarang ini
posisiku ada dipesisir pantai yang indah, aku bisa melihat langit yang berwarna
oranye karena memang ini saatnya matahari terbenam.
Brukkkk, aku hempaskan tubuhku diatas
kursi yang tidak empuk ini, untung saja aku tidak dapat merasakan sakit
meskipun benda tajam menusukku.
“ruangan ini sangat kecil tapi hangat”
seruku saat aku mengedarkan pandanganku kesegala sisi yang kini menjadi tempat
tinggalku.
“saatnya bertugas, Jung Yunho
hwaiting!!” semangatku dengan nada suaraku yang sedikit parau, lalu aku membuka
semua surat – surat yang ada dihadapanku.
“ternyata ini sangat sulit…. Hmm aku
akan membalas surat a/n Kim Jaejoong sebagai tugas pertamaku. Tapi aku harus
menyicipi kimchi buatannya terlebih dahulu. Sluuurrppp~~ omo, ini enak sekali
dan rasanya seperti…. Kimchi buatan ibuku. Omma, ternyata ada seseorang yang
bisa membuat kimchi sama sepertimu”
Aku menghabiskan kimchi didalam kotak
nasi tersebut tanpa menyisakkan sedikit pun, lalu aku mulai menulis di atas
sebuah kertas berwarna merah muda.
(Jaejoong oppa, aku senang mengetahui
kondisimu yang semakin membaik, pertahankan nee, aku akan senang melihatmu
tersenyum, karena senyumanmu bisa membuat langit yang sekarang menjadi tempat
tinggalku menjadi teduh. Aku sangat menyukai kimchi buatanmu, rasanya sangat
enak, buatkan lagi untukku lebih banyak karena aku butuh banyak tenaga untuk
mengawasimu kekeke. Saranghae oppa “
Park Ha Na”)
“mianhe jaejoong ah, tapi aku sangat
menyukai kimchimu” ucapku seraya melipatkan surat buatanku membentuk origami
angsa.
“hushhhhh, akhirnya 85 surat ini sudah
selesai aku tulis balasannya”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………....
2
hari berlalu******
“tidak
terasa ini adalah hari ke 11 ku, aku senang dengan tugasku karena aku
menikmatinya. Baiklah ini saatnya aku meletakkan surat ini kedalam kotak pos
sebelum matahari terbit dengan sempurna”
Tapppppp
Aku
tutup kembali kotak pos itu setelah aku meletakkan surat – surat baru kedalam
tasku.
“yaaaa
kenapa membawa semua surat – surat itu”
DEG~
Jantungku
berdetak sangat kencang saat ada suara dibelakangku, ‘dia menangkapku’
“ini
adalah tugasku, agasshi” aku berusaha menutupi wajahku yang sedikit resah
dengan tersenyum kepada sosok berambut coklat kekuningan dihadapanku.
“mwo?”
Dia menatap mataku sangat intens, tatapannya penuh kecurigaan.
“postman
to heaven adalah tugasku” aku membalikkan tubuhku berusaha untuk mengalihkan
pandangannnya yang aku rasa ‘ada sesuatu’
“mwo?
Geunde, nuguseyo?”
My First Love // Part 2
My First Love
Tittle : My First love ( I’ve fallen for you)
Casts : Song Young Ra, Kim Jung Ha, Song Seo Hun, Shin Min ah
Genres : Romance, family, comedy
Rate : PG 17
Length : 2 of ?
“diam kau otak
mesum!!!!!!!!!!!!!”
“terkutuk, SIAL!!!!” gerutuku
saat aku tengah menyantap makananku di kantin, aku tidak tahan melihat orang
menyebalkan itu maka aku bergegas pergi saat aku mengucapkan kata ‘otak mesum’
kepadanya.
Aku benar – benar tidak dalam
mood baik hari ini, orang menyebalkan itu adalah penyebabnya.
“menyebalkannnnn!!!!”
teriakkan ku ini cukup membuat
semua orang mengalihkan pandangannya kepadaku, jujur aku tidak peduli karena
yang terpenting adalah bagaimana caranya agar aku mendapat asupan gizi yang
banyak karena semua energiku terkuras di hari sial ku ini
“kyaaaaa young ra!!!!”
seseorang menyapaku dan
mengganggu aktivitasku yang tengah menikmati makananku, aku melirik kearah sumber
suara yang tepatnya berada di sebelah kanan dari posisiku, yeoja imut itu
menghampiriku dan duduk disampingku.
“wae?” jawabku malas
“yaaaa, kau ini kemana aja ? aku
seharian mencarimu ternyata kau ada dikantin” ucapnya sedikit kesal
“ck, ini masih pukul 10 pagi jadi
apa yang kau maksud seharian mencariku, kau ini aneh”
“yaaaa kau ini kenapa? Mengapa
ketus sekali kepadaku? Aku salah apa?” sepertinya yeoja imut yang bernama Shin
Min Ah ini marah padaku.
“Min Ah, mianhae, aku benar –
benar badmood sekarang”
“whats going on baby?” dia
menyentuh pundakku, aku melirik kearahnya.
Aku menarik nafas sedalam mungkin
agar aku dapat mengontrol emosiku, aku tak ingin sahabatku menjadi pelampiasan
dari kemarahanku. Dan akupun menceritakan apa yang menjadi kepadanya.
“mwo? Benarkah?” dia terkejut
mendengar ceritaku, aku mengangguk sebagai balasan pertanyaanya.
“akan aku hajar orang itu!!! Oh
young ra, apa kau menitipkan Handphone
mu kepada adikmu?”
“seo hun? Ani… wae?”
“aku tadi menelphone mu, tapi
sepertinya bukan kamu yang menjawab, karena suaranya seperti seorang namja, aku
pikir adikmu”
Aku sangat terkejut dengan apa
yang dikatakan sahabatku ini, aku mencari I-Phone ku yang ku simpan didalam
saku seragamku, tapi ternyata tidak ada.
“astaga…… I-phone ku…… mengapa
tidak ada”
“coba ingat kembali, siapa tau
kamu lupa meletakkannya”
aku mengingat kembali kejadian
yang telah terjadi sebelumnya, dan………..
“ASTAGAAAAA IPHONE KU ADA DI
COWOK MESUM ITU!!!!”
“benarkah? Bagaimana kalau appa
mu menelphone mu dan diangkat oleh orang itu? Kamu dalam bahaya besar young ra
- ah”
“semoga saja appa tidak
menelphone ku, Min Ah bantu aku mencari cowok mesum itu nee?”
Aku dan Min Ah mulai mencari
sosok orang menyebalkan itu, mulai dari ruang kelas, kantin dan perpustakaan,
tapi nihil! Orang itu tidak ditemukan juga. ‘napun namja eodiga?’
Semua sendi – sendiku terasa
ngilu karena berlari kesana kemari, sama halnya dengan sahabatku yang tengah
mengatur nafasnya, aku berhenti sejenak dan menyandarkan tubuhku kepada tiang
sembari pandanganku menyisir semua orang yang sedang berolahraga dilapangan
sekolah. Aku menyipitkan mataku saat aku menangkap sosok yang sepertinya dia
adalah orang yang menjadi buronan di hidupku.
“I got him” ucapku gembira ternyata
memang dia orangnya.
“Min Ah si, itu orang yang kita
cari, cowok mesum itu” aku menunjuk kearah cowok menyebalkan itu, Min Ah
mengikuti arah jariku, dan dia terkejut
“mwo?? Apa dia cowok mesun itu??”
“neee, wae?” ucapku heran.
“apa kau tau siapa dia? Dia itu
murid baru disekolah kita, kalau tidak salah dia pindahan dari Kanada, Oh My
God bukankah dia sangat tampan?”
“yaaa, kau ini bicara apa eoh?
Aku tidak peduli dia pindahan dari mana, yang aku pedulikan hanya satu yaitu
I-Phone ku”
Sahabatku ini tidak mendengar
ucapanku, dia malah memandang cowok menyebalkan itu dengan tatapan seperti
kucing yang dihadapkan pada seekor ikan. Aku mengerutkan dahiku saat dia
berkata
“dia sangat tampan bukan? Oh My
God… hidungnya mancung, matanya indah, bibirnya penuh dan berbentuk hati,
tubuhnya yang athletis, senyumnya yang manis.. Oh My God!! Isn’t he perfect?
young ra shi bagaimana bisa kau beranggapan sosok yang sempurna itu pervert
eoh???” dia menatap tajam kepadaku, aku memijat dahiku yang terasa sedikit
pusing dengan ucapan sahabatku ini.
“Yaaaaaa, dia itu pervert…
P-E-R-V-E-R-T!!!! Percayalah padaku! Kau ini jangan tertipu sama tampilannya”
“andwaee, Kim Jung Ha itu tidak
seperti itu! Dia itu idola dari semua siswi di sekolah ini!” ucapanya semakin
aneh, sepertinya ada sesuatu yang mengganggu kinerja otot sensorik dan motorik
nya.
“hey, kau ini!!!! sadarlah!!! Apa
yang aku ucapkan itu benar!!”
“Kau ini bodoh ya?” ucapan
sahabatku ini benar – benar membuatku murka kembali, tanpa tersadar aku
memarahinya
“YAAAA SHIN MIN AH!! SADARLAH!!!
KIM JUNHA SOSOK YANG SANGAT KAU KAGUMI ITU FAKTANYA ADALAH COWOK MESUM!!!!!”
teriakanku ini sangat keras dan
menggema kesetiap sudut ruangan termasuk lapangan yang jaraknya hanya 15 meter
dari posisiku. Semua yeoja memandangiku dengan tatapan ingin mematahkan
tulangku sedangkan para namja bertepuk tangan gembira mendengar teriakanku ini.
‘ I am in big trouble ‘ ucapan
batinku.
Aku menatap sahabatku yang tengah
menutup mulutnya karena terkejut dengan aksiku, dia menatap mataku, lalu matanya
bergerak – gerak seolah member isyarat padaku.
“apa?”
Dia tidak menjawabku tapi hanya
dengan mengerakkan matanya, aku pun mengikuti arah pandangnya dan ternyata ada
seorang namja di belakangku. ‘nugu? Bukankah dia cowok mesum itu? Apa yang akan
dia lakukan’
“yaaaa,,, yaaaa mengapa kau
menarik tanganku?? Yaaa lepaskan!!!!” dia menarik tanganku sangat erat hingga
membuat kulit putihku memerah. Aku melihat kesekitarku, ternyata cowok mesum
ini menarikku ke tengah lapangan.
“aappa yang akan kaau lakukan?”
aku benar – benar merinding melihat tatapan tajam matanya, ini merupakan yang
pertama bagiku di tatap seperti itu, tatapan orang ini seperi ingin memangsaku.
“aaaku tau aku salah, akku mintaa
maaf! Tolong lepaskan aku, aku sangat malu karena semua orang memperhatikan
kita” aku berusaha menatap matanya walaupun aku
sedikit takut.
“baguslah kalau semua orang
memperhatikan kita” bibirnya tersenyum dan sorot matanya berubah menjadi sangat
hangat tidak dingin seperti tadi. Dia melepaskan tangannya yang mencengkram
pergelangan tanganku.
“huffhhhh” aku menghembuskan
nafasku yang sedari tadi aku tahan, melegakkan rasanya.
“baiklah aku harus pergi” ucapku
seraya melangkahkan kakiku, but u know what?? Baru saja aku melangkahkan kakiku
tiba – tiba ada tangan yang melingkar dipinggangku dan memutarkan tubuhku
keposisi semula.
“chankkaman…. Kau ini mau
kemana?”
Aku menahan nafasku, karena namja
yang menyebalkan ini tiba – tiba merangkulku, aku menggigit bibir bawahku saat
dia tiba – tiba manatapku.
“tatapan mesum”
“kenapa kau selalu menganggapku
mesum huh? Aku ini tidak seperti yang kau bayangkan” dia berbisik ditelingaku
dan membuatku sedikit geli.
Aku berusaha menggerakkan tubuhku
agar tangannya dapat terlepas dari pinggangku, tapi sayang usahaku tidak
berhasil karena kekuatannya lebih besar dariku.
“lepaskan aku!! Dasar cowok
mesum!!!” ucapku sekali lagi dengan mengulang kata yang sama. Dia tidak sama
sekali mendengarkanku. ‘ oh God sebenarnya apa yang akan dia lakukan? Mengapa
dia bertindak seperi ini? tidakkah dia merasa risih dengan tatapan semua orang,
terutama tatapan para yeoja yang sedang dalam masa kritis melihat pujaanya
merangkul seorang wanita, dan wanita itu aku?’
Dia menarik nafasnya dalam –
dalam lalu
“jadilah pacarku?” suaranya sangat
lantang hingga terdengar oleh semua orang yang berdiri di samping lapangan.
“apa? Kau ini bercanda?” aku
berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaanya.
“aku serius, jadilah pacarku?”
tatapa matanya kini benar – benar menunjukan keseriusannya.
“Tidak!” ucapku tanpa terpengaruh
oleh tatapannya.
“Iya”
“Tidak”
“Iya”
“Tidak”
“iya…..”
“tid….” Tiba – tiba dia
menginterupsi ucapanku seraya mengeratkan lingkaran tangannya dipinggangku dan
mengucapkan
“TIDAK!!!”
“IYA…. Uppsss”
aku menutup mulutku menyadari apa
yang telah aku ucapkan ‘ahhh dia menjebakku, bagaimana ini??? Tuhan tolong aku’
aku bergulat dengan pikiranku, jujur aku benar – benar tidak tau harus berbuat
apa sekarang ini.
“Apakah kalian mendengarnya? Song
Young Ra sekarang resmi menjadi pacarku” Namja bernama Kim Jun Ha ini sangat
percaya diri dengan ucapanya.
Dia mengangkat kepalaku yang
menunduk.
“kamu sekarang resmi jadi pacarku
chagi”
Aku benar – benar lemas, semua
sendiku terasa sakit kembali terutama dibagian lututku, kalau saja namja ini
melepaskan rangkulannya mungkin aku akan terjatuh
‘ahh mengapa dia menatapku
seperti itu’ aku risih dengan tatapanya, lalu aku alihkan tatapanku menatap
kearah kegerumunan siswa yang bersorak – sorak atas apa yang telah mereka
saksikan tadi, aku sangat terkejut karena para yeoja ambruk satu per satu,
mereka pingsan setelah melewati masa kritis.
“uhhh lepaskan aku namja mesum aku
benar – benar tidak nyaman sekarang”
“mesum? Kalau aku namja mesum,
berarti aku harus bertindak seperti ini”
CHU~
Lelaki berawakan atletis ini
mencium bibirku dihadapan semua orang, dalam hitungan 1..2…3.. semua yeoja
ambruk, adapula namja yang pingsan.
Seperti ada yang meledak di
otakku saat bibirnya menyentuh di bibir tipisku, bukan perasaan senang atau
gembira. Melainkan amarah yang kini menguasai otakku.
‘Tuhan… apa ini?’
Aku memejamkan mataku dan
mendorong tubuhnya sekuat mungkin, ajaib memang , karena mengingat tadi tubuhku
sangat lemas tapi tiba – tiba aku seperti mendapatkan kekuatan hingga aku bisa
menghempaskan tubuhnya. Aku mengusap bibirku yang sedikit basah.
“Dasar MESUM!!!!!!!!”
To Be Continue ^_^
Sabtu, 20 Oktober 2012
My First Love
Tittle : My First love ( I’ve fallen for you)
Casts : Song Young Ra, Kim Jung Ha, Song Seo Hun
Genres : Romance, family
Rate : PG 17
Length : 1 of ?
‘hmmmmm’ gumamku saat aku merasa
ada yang mengusik tidurku
‘Siapa dia?’
Aku rentangkan kedua tanganku
keatas, kesamping dan kedepan berusaha merilexkan semua anggota tubuhku yang
kaku. Lalu aku membuka kedua kelopak mataku secara perlahan, saat mataku
terbuka sempurna aku mendapati seseorang yang tersenyum manis padaku, bibir mungilnya
mengerucut seketika aku memandangnya dengan tatapan seolah mataku berkata ‘ahh
kau ini mengganggu kenikmatanku saja
’
“Kakak??” bibir mungilnya
tersenyum kembali, dia menopang dagu dengan kedua tangannya sembari menatapku.
“apa yang kau lihat?” aku sedikit
heran dengan tatapan adikku itu, ‘apakah ada sesuatu di wajahku?’ ucapan
batinku.
“kakak sangat cantik” ucapannya
yang mampu membuatku terkekeh pelan melihat wajah polosnya saat mengucapkan
kata-kata yang sama setiap kali dia memandangiku saat aku bangun tidur, aku
langsung beranjak dari ranjang king size ku dan menarik adikku untuk keluar
dari kamar.
“keluar sana, kakak mau mandi”
segera aku kunci kamarku agar adikku tidak masuk. Aku melirik jam yang
bertengger di dinding kamarku, ‘oh ini masih sangat pagi, mataharipun belum
sempurna memancarkan cahayanya’ aku sibakkan gordeng berwarna emas kecoklatan
dan aku buka jendela kamarku
Sssstttttt semilir angin sejuk
menyapaku dengan ramah dan mampu mengerak-gerakkan poni ku, aku merasa kantuk
kembali dan sesekali menguap saat aku tengah menghirup dalam-dalam oksigen yang
sangat segar.
“ah aku rasa sang matahari sudah
menggangu aktivitasku” sinar matahari
yang menyilaukan mata memaksakanku untuk berhenti menikmati indahnya pagi hari.
Aku tutup jendelaku dan pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai aku membuka
lemariku dan mencari seragan SMA ku, ya aku masih seorang pelajar dan sekarang
adalah hari pertama aku menjadi siswa kelas 3A di SMA Cassiopeia. Aku merias
diri selayaknya anak SMA, walaupun riasanku hanya berupa ikatan rambut dan
kacamata minusku. Aku tidak mengenakan make-up sedikitpun diwajahku karena
make-up mampu mengiritasi kulitku.
“aku siap!!!!” ucapanku semangat
saat aku lirik wekker di nakasku yang menunjukan pukul 7 pagi, segera aku gendong
tas hitamku dan pergi menuju dapur. Aku melihat adikku yang tengah lahap
memakan sarapan pagi.
“apa kau lapar?” ucapku seraya
mengacak-acak rambut adikku
“ah kakak, kau merusak rambutku!!
Aku butuh satu jam untuk menata rambutku!” adikku benar-benar kesal padaku, dia
menundukan kepala dan mengerak-gerakkan bibirnya ‘mungkin dia sedang
merutukiku’ aku memberikannya senyuman manisku saat dia mengangkat kepalanya.
Dia membalas senyumanku seolah menandakan dia tidak kesal padaku.
Acara sarapan pagi selesai, aku
berangkat bersama adikku, karena kami sama-sama sekolah di SMA Cassiopeia cuman
bedanya adikku masih kelas satu ‘murid baru tentunya’
Aku memasuki kelas 3A setelah aku
mengantarkan adikku ke kelas 1C. Aku mengedarkan pandanganku mencoba memastikan
apakah ada yang aku kenali di kelas baruku ini ‘hmm sepertinya tidak ada,
semuanya terasa baru, hanya ada aku dan 3 orang menyebalkan itu yang berasal
dari kelas 2A. entah kutukan apa yang terjadi padaku sehingga aku harus satu
kelas lagi dengan ketiga mahluk yang menganggap dirinya paling cantik seantero
jagat ini’ perutku terasa mual jika mengingat kembali saat ketiganya
mengibas-ngibaskan rambut dan meliuk-liukan badan mereka seolah menunjukan
tubuh sexy mereka. Apa sexy? Hahahaha aku rasa mereka harus minum susu penambah
berat badan agar terlihat sexy.
Tidak ada meja kosong, mau tidak
mau aku harus menepati meja yang aku anggap paling terkutuk karena berada
dipojok kelasku. Hah aku sangat kesal, terlebih lagi didepan mejaku ditempati
oleh orang-orang menyebalkan itu. Aku tidak sudi lama-lama di dalam kelasku,
telingaku sakit!! aku langsung pergi meninggalkan kelas terkutukku dan menuju
perpustakaan. Aku meminjam sebuah novel favoritku dan membacanya ditempat
favoritku pula, tepatnya diatap sekolah yang sangat sepi karena dapat aku
pastikan tidak ada seorangpun yang akan mengunjungi tempat ini.
“setidaknya inilah alasanku untuk
tetap bertahan disekolah ini, disini aku bisa melakukan apapun yang aku mau
tanpa ada sepasang mata yang memperhatikankku, hmmm tentunya mata dan telingaku
tidak akan sakit kerena ketiga orang menyebalkan itu. Mungkin nanti dikelas aku
akan iritasi hehehe”
Aku memulai membaca novel
kesukaanku, aku sandarkan punggungku di batang pohon yang menjulang tinggi
melebihi tingginya sekolahku, tak lupa aku pasangkan headset di telingaku dan
memutar lagu-lagu kesayangan yang ada di playlist handphone ku. Memang terlihat
aneh, membaca novel sambil mendengarkan music, tapi aku telah terbiasa dengan
semua ini. aku menikmati alunan music di telingaku dan mataku tidak pernah
lepas dari novel yang ada dihadapanku. Aktivitasku mendadak terhenti saat ada
yang menarik headsetku dari arah belakang.
“apa kau bisa konsentrasi membaca
novel itu?” terdengar suara bass dari arah belakang, sontak aku langsung memutarkan
kepalaku dan menatap seseorang itu.
“apa yang kau la?” aku tidak
melanjutkan kalimatku karena saat aku membalikkan wajahku, aku menadapati
wajahnya sangat dekat dengan wajahku, hidung mancungnya bersentuhan dengan
hidung mancungku. Gugup? Mungkin saja, inilah pertama kalinya aku melihat wajah
pria sedekat ini. Tidak!! Aku bukan gugup tapi kesal karena dia mengangguku.
Aku mulai menerka-nerka apakah gugup atau kesal, tanpa aku sadari aku tengah
menatapi wajahnya, padahal pikiranku masih pada hal terka – menerka.
“wajahmu memerah”
ucapan pria itu mampu menghentikanku yang
sedari tadi menatap wajahnya, secepat mungkin aku langsung menjauhi wajahnya
agar ada jarak di antara kami berdua. Lalu aku memutar kembali kepalaku
keposisi semula. ‘ahh kenapa wajahku harus memerah? Aku yakin pria itu tengah
menertawaiku sekarang huuuuhhh menyebalkan sekali, sekarang apa yang harus aku
lakukan? Kalau aku langsung pergi pasti dia akan tambah menertawaiku, apa aku
harus menyapanya? Ah tapi aku malu -_- whattttt??? Apa yang dia lakukan?
Mengapa dia duduk disampingku?’
“hei”
dia menyapaku dengan menunjukkan senyum manisnya yang membuatku
sedikit pasrah jikalau wajahku akan tambah memerah saat melihat senyumannya.
‘bodoh! Kenapa aku seperti orang bodoh! Ahh aku harus segera menyelamatkan
wajahku yang Nampak bodoh ini.
“aku sedang membaca, tolong
jangan mengganggu!” aku rasa aku berhasil mengantisipasi wajah bodohku ini.
“hmmm kau telah menggangguku jadi
balasannya aku harus mengganggumu”
“aku ini sedang membaca, bagaimana
bisa aku mengganggumu, kau ini mengada-ada saja”
“membaca? Aku pikir kau sedang
menyanyi” ucapanya mampu membuatku tertawa namun aku langsung berhenti dan
melirik ke arahnya yang sedari tadi menatapku.
“menyanyikan lagu Beyonce dengan
sura kuda, begitula persisnya! Dan itu membuatku sedikit terusik dari tidurku”
dia mengucapkannya tepat ditelinga kiriku dan saat mendengarnya rasanya aku
ingin melemparkan dia dari atap sekolah ini.
Aku menarik napasku dalam-dalam
dan kembali memfokuskan mataku yang tengah membaca novel. Aku tidak
menghiraukan sosok yang ada disampingku ini. aku melirik sekilas kearahnya, dia
tengah memasangkan headsetku di telinganya. Dia menyanyikan lagu favoritku (The
way you are – Bruno Mars)
Aku menghetikan bacaanku dan
mulai mendengarkan dia menyanyi tanpa menoleh kearahnya namun tetap mataku
menikam di depan novel. ‘suaranya lumayan’ gumamku pelan. Aku melirik sekilas
lagi ternyata dia tengah memainkan gitar, gitar bayangan tepatnya. Dia
menutupkan matanya sambil memainkan gitar bayanganya saat itulah aku menoleh
kearahnya dan tersenyum melihat ekspressinya saat menutupkan mata yang
menurutku itu sangat lucu.
“aku ini tampan bukan? ”
mendengar pertanyaan seperti itu aku rasanya seperti sedang telanjang di tengah
keramaian kota ‘sangat malu’
“aku tidak perlu menjawab
pertanyaan konyol itu”
“jangan berpura-pura, aku tau kau
sedang memuji ketampananku” ucapanya seraya membukakan kedua matanya dan
menatap mataku dalam-dalam.
‘Oh my goodness, apa yang dia
lakukan? Mengapa dia menatapku seperti itu? Dan kenapa….Semakin lama wajanya
semakin dekat bahkan sekarang pun aku dapat merasakan hembusan nafasnya.
Sebenarnya dia mau apa? Apa dia mau….. errrr dasar mesum!!!’
Aku mendorong tubuhnya hingga dia
terlenting kebelakang. Dia sedikit kaget dan langsung menatapku tajam
“mengapa kau sekasar ini eoh?”
ucapnya sambil memijat bokongnya yang mungkin terasa sakit.
“aku tidak akan kasar kalau kau
tidak bertindak mesum” aku sedikii member penekanan pada kata MESUM.
“mwo?? Mesum?? Hahaha jadi kau
berpikir aku akan menciummu? Yaaa Nona Song sebenarnya yang pervert itu kamu
bukan aku, arra? Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin membantu
membersihkan jidatmu yang sepertinya terkena tinta” pungksanya yang mampu
membuat sesuatu yang ada di otakku telah naik ke ubun-ubun kepalaku.
“apa yang kau bilang? Aku
pervert? Haha sepertinya ada yang mengganggu sitem kerja otakmu!!!!” aku
sedikit membentak kepadanya
“kau ini tidak tau terimakasih”
dia sedikit menyunggingkan bibirnya yang membuatku semakin muak.
“diam kau otak
mesum!!!!!!!!!!!!!”
To Be Continue..... ^_^
Langganan:
Komentar (Atom)
