Jumat, 16 November 2012

yunjae


yunjae


Postman To Heaven



Tittle                : Postman To Heaven
Casts                : Jung Yunho, Kim Jaejoong
Genres             : Yaoi, Romance, Angst
Rate                 : PG-17
Length             : 1 of 3
Warning          : 
-          Ini cerita Yaoi (Boy × Boy)
-          Alur berantakan
-          Typos everywhere
-          Feel nya kurang



Happy reading

Author’s VOP

“Jung Yunho”

“hmm”

“Jung Yunho”

“…………………….”

“Yaaa JUNG YUNHO!!!!”

“wae?!!!!”

“bisakah kau lebih sopan kepadaku huh?!!”

“sumbaenim, bisakah kau mengerti kondisiku sekarang ini? aku benar – ben….”

“ aku tau Yunho ah, aku juga pernah merasakannya, cobalah untuk mengikhlaskan takdirmu ini.”
 Pria berjubah putih ini perlahan mendekati Jung Yunho yang terduduk lemas diatas lantai bewarna merah, dia mensejajarkan tubuhnya dengan Jung Yunho dan menyentuh pundak yang kokoh itu.

“aku tidak ingin seperti ini sumbaenim, ini terlalu cepat untukku, usia ku masih 22 tahun. Aku belum melakukan apapun yang aku inginkan hiks hiks” Jung Yunho yang berpundak kokoh ini menenggelamkan wajahnya di telapak tangganya yang besar dan lebar. Perlahan ada tetesan air mata yang keluar dari sela – sela jari tangannya.

“Yunho ah, kuatkan dirimu dan hadapi semua ini”

“aku masih ingin merasakan pelukan kedua orang tua ku” isakkan Jung Yunho semakin keras seolah tidak mempedulikan semua orang disekitarnya yang bernasib sama dengannya.

“Yunho, dengarkan aku baik – baik, sekarang ini aku akan memberimu sebuah tugas. Tugas ini mungkin terdengar mustahil tapi jika kau melakukan dengan baik dapat aku pastikan kau…..” Pria berjubah ini tidak melanjutkan kalimatnya, dia merasa ragu akan ucapannya.

“aku kenapa? Dan tugas apa?” Jung Yunho membuka kedua telapak tangganya dan menunjukan wajahnya yang sudah basah karena linangan air mata.

“bukankah kau pernah berkata ‘bisakah aku meninggalkan dunia ini dengan layak?’ dengan tugas ini dapat aku pastikan kau akan pergi dengan tenang, dan tugas ini akan aku beritahu nanti, sekarang ikuti aku dan bersihkan wajah tampanmu yang terlihat lusuh itu”

Jung Yunho menuruti apa yang diperintahkan Pria berjubah yang bekulit penuh kerutan ini, dia menundukan kepalanya saat melintasi sebuah lorong yang setiap sisinya dipenuhi oleh orang – orang yang bernasib sama dengannya, ada yang menangis, marah, dan juga ada yang tertawa. Lorong yang dilewatinya sangatlah panjang dan gelap bahkan Yunho sendiri semakin merasa ragu dengan apa yang akan menjadi tugasnya.

“ayo masuk” seru pria yang akrab dipanggil sumbaenim.

“ye? Kita mau kemana? Kenapa kita naik lift?” Yunho mencoba memperhatikan setiap lekuk lift dihadapannya, dia merasa bingung dengan  sikap Sunbae nya yang selalu tersenyum saat dia mendapati wajahnya.

Ssssssssssssssssssttttttttttttttttt

“cha, kita sudah sampai” Pria berjubah itu menyentuh kedua pundak Yunho dan merapihkan kemeja putihnya yang berantakan.

“dimana ini sunbaenim?” Pria yang memiliki sorot mata tajam ini merasa heran dengan keberadaanya saat ini.

“Yunho ah, kita ada dibumi, aku memilihmu untuk melaksanakan tugas ini karena aku percaya kepadamu, dan tugasmu adalah menjadi Postman to Heaven” ucap pria tua ini mantap

“mwo? Tugas macam apa itu?”

“kau lihat kotak pos yang ada disebelahmu itu, dan cobalah kau buka apa isinya”

Yunho menyentuh kotak pos yang ada disampingnya, dilihatnya ada tumpukan surat, mainan anak – anak, makanan dan banyak lagi hal – hal yang membuat sosok yang berahang tegas ini mengerutkan alisnya. Dia menyentuh sebuah surat dan membacanya.

( Park Ha Na, apakah kau melihat air mataku saat ini? aku menagis bukan hanya karena kesedihanku, tapi aku menangis karena kau membalas suratku ini, aku bisa tau keadaanmu saat ini ternyata kau baik – baik saja dan kau selalu mengawasiku diatas sana, gumawo … suratmu ini telah menguatkanku yang rapuh setelah kepergianmu. Apa kau lapar? Aku memasakkan kimchi kesukaanmu, ini murni buatanku, kalau kau suka kasih tau aku untuk membuatnya lagi. Aku menunggu balasan suratmu sayang. I Love You “Kim Jaejoong” )

“Makan kimchi nya dan balas surat itu, itulah tugasmu Jung Yunho, aku pergi ”

“chakkaman… apakah aaa”

Sebelum Yunho menyelesaikan kalimatnya, Pria tua itu telah menarik tangan Yunho untuk bersembunyi dibalik rerumputan yang jaraknya hanya 12 meter dari posisi semula. Ternyata ada lelaki separuh baya tengah melangkah ke arah kotak pos dan memasukkan surat kedalamnya.

“kenapa kita bersembunyi? Bukankah orang itu tidak dapat melihat kita” Ucap Yunho heran.

“aniya yunho ah, aku lupa member tahumu, kalau kau bisa terlihat tapi hanya untuk orang – orang yang merasa kehilangan dan percaya surga itu ada. Termasuk orang itu bisa melihatmu karena dia masih merasakan kehilangan istrinya yang telah meninggal, jadi kau harus berhati – hati jangan sampai tertangkap dan apabila ada yang mengetahui tugasmu ini jadikan dia patnermu. Dengan begitu akan ada yang membatumu menyelesiakan tugas ini, berusahalah untuk jujur kepada patnermu karena itu akan memudahkanmu. Yunho, waktumu hanya 14 hari, manfaatkan tugas ini dengan baik”

“aaapa aku bisa mendapatkan mukjijat dengan melakukan tugas ini, tubuhku masih terbaring lemah di RS, bisakah aku bangkit dari koma ku dan hidup?” Ucap Yunho terbata, mata musangnya menatap mata yang ada dihadapannya dengan tatapan penuh harapan.

“itu mustahil Yunho, ini sudah takdirmu, karena dari semua yang pernah bertugas seperti ini mereka tidak dapat hidup kembali. Tapi……aku tidak dapat memastikan kedepannya.”

Linangan air mata keluar dari kedua sudut mata Yunho. Ini sudah dipastikan mata Yunho akan memerah dan bengkak karena ia tidak berhentinya menangis.

“ne aku mengerti itu sangat mustahil hiks hiks, eumm bisakan aku menemui orang tua ku? Mereka bisa melihatku?”

“Kau hanya bisa melihatnya tapi orang tua mu tidak bisa melihatmu, ini sudah hukumnya, baiklah aku pergi, aku akan mengawasimu”

Tringgggggg

Yunho’s VOP

Aku menghampiri kotak pos setelah lelaki separuh baya itu pergi. Ku buka kotak pos itu dan memasukkan semua surat kedalam tasku dan tak lupa aku membawa kotak makanan yang berisi kimchi. Cukup jauh aku berjalan mengelilingi padang rumput yang luas akhirnya aku menemukan sebuah bis yang berhenti tepat dihadapanku. Ku alihkan pandanganku kepada sosok yang sedang duduk mematung dibangku supir, aku dapat memastikan dia sepertiku yang membedakan hanya tugas aku dengannya yang berbeda.

20 menit waktu berlalu, sekarang ini posisiku ada dipesisir pantai yang indah, aku bisa melihat langit yang berwarna oranye karena memang ini saatnya matahari terbenam.

Brukkkk, aku hempaskan tubuhku diatas kursi yang tidak empuk ini, untung saja aku tidak dapat merasakan sakit meskipun benda tajam menusukku.

“ruangan ini sangat kecil tapi hangat” seruku saat aku mengedarkan pandanganku kesegala sisi yang kini menjadi tempat tinggalku.

“saatnya bertugas, Jung Yunho hwaiting!!” semangatku dengan nada suaraku yang sedikit parau, lalu aku membuka semua surat – surat yang ada dihadapanku.

“ternyata ini sangat sulit…. Hmm aku akan membalas surat a/n Kim Jaejoong sebagai tugas pertamaku. Tapi aku harus menyicipi kimchi buatannya terlebih dahulu. Sluuurrppp~~ omo, ini enak sekali dan rasanya seperti…. Kimchi buatan ibuku. Omma, ternyata ada seseorang yang bisa membuat kimchi sama sepertimu”

Aku menghabiskan kimchi didalam kotak nasi tersebut tanpa menyisakkan sedikit pun, lalu aku mulai menulis di atas sebuah kertas berwarna merah muda.

(Jaejoong oppa, aku senang mengetahui kondisimu yang semakin membaik, pertahankan nee, aku akan senang melihatmu tersenyum, karena senyumanmu bisa membuat langit yang sekarang menjadi tempat tinggalku menjadi teduh. Aku sangat menyukai kimchi buatanmu, rasanya sangat enak, buatkan lagi untukku lebih banyak karena aku butuh banyak tenaga untuk mengawasimu kekeke. Saranghae oppa “ Park Ha Na”)

“mianhe jaejoong ah, tapi aku sangat menyukai kimchimu” ucapku seraya melipatkan surat buatanku membentuk origami angsa.

“hushhhhh, akhirnya 85 surat ini sudah selesai aku tulis balasannya”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………....
2 hari berlalu******
“tidak terasa ini adalah hari ke 11 ku, aku senang dengan tugasku karena aku menikmatinya. Baiklah ini saatnya aku meletakkan surat ini kedalam kotak pos sebelum matahari terbit dengan sempurna”
 Tapppppp
Aku tutup kembali kotak pos itu setelah aku meletakkan surat – surat baru kedalam tasku.

“yaaaa kenapa membawa semua surat – surat itu”
DEG~
Jantungku berdetak sangat kencang saat ada suara dibelakangku, ‘dia menangkapku’
“ini adalah tugasku, agasshi” aku berusaha menutupi wajahku yang sedikit resah dengan tersenyum kepada sosok berambut coklat kekuningan dihadapanku.
“mwo?” Dia menatap mataku sangat intens, tatapannya penuh kecurigaan.
“postman to heaven adalah tugasku” aku membalikkan tubuhku berusaha untuk mengalihkan pandangannnya yang aku rasa ‘ada sesuatu’
“mwo? Geunde, nuguseyo?”

My First Love // Part 2

My First Love

Tittle      : My First love ( I’ve fallen for you)
Casts      : Song Young Ra, Kim Jung Ha, Song Seo Hun, Shin Min ah
Genres   : Romance, family, comedy
Rate       : PG 17
Length   : 2 of ?


“diam kau otak mesum!!!!!!!!!!!!!”

“terkutuk, SIAL!!!!” gerutuku saat aku tengah menyantap makananku di kantin, aku tidak tahan melihat orang menyebalkan itu maka aku bergegas pergi saat aku mengucapkan kata ‘otak mesum’ kepadanya. 

Aku benar – benar tidak dalam mood baik hari ini, orang menyebalkan itu adalah penyebabnya.
“menyebalkannnnn!!!!”

teriakkan ku ini cukup membuat semua orang mengalihkan pandangannya kepadaku, jujur aku tidak peduli karena yang terpenting adalah bagaimana caranya agar aku mendapat asupan gizi yang banyak karena semua energiku terkuras di hari sial ku ini

“kyaaaaa young ra!!!!”

seseorang menyapaku dan mengganggu aktivitasku yang tengah menikmati makananku, aku melirik kearah sumber suara yang tepatnya berada di sebelah kanan dari posisiku, yeoja imut itu menghampiriku dan duduk disampingku.

“wae?” jawabku malas

“yaaaa, kau ini kemana aja ? aku seharian mencarimu ternyata kau ada dikantin” ucapnya sedikit kesal

“ck, ini masih pukul 10 pagi jadi apa yang kau maksud seharian mencariku, kau ini aneh”

“yaaaa kau ini kenapa? Mengapa ketus sekali kepadaku? Aku salah apa?” sepertinya yeoja imut yang bernama Shin Min Ah ini marah padaku.

“Min Ah, mianhae, aku benar – benar badmood sekarang”

“whats going on baby?” dia menyentuh pundakku, aku melirik kearahnya.

Aku menarik nafas sedalam mungkin agar aku dapat mengontrol emosiku, aku tak ingin sahabatku menjadi pelampiasan dari kemarahanku. Dan akupun menceritakan apa yang menjadi kepadanya.

“mwo? Benarkah?” dia terkejut mendengar ceritaku, aku mengangguk sebagai balasan pertanyaanya.

“akan aku hajar orang itu!!! Oh young ra, apa kau menitipkan Handphone  mu kepada adikmu?”

“seo hun? Ani… wae?” 

“aku tadi menelphone mu, tapi sepertinya bukan kamu yang menjawab, karena suaranya seperti seorang namja, aku pikir adikmu”

Aku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan sahabatku ini, aku mencari I-Phone ku yang ku simpan didalam saku seragamku, tapi ternyata tidak ada. 

“astaga…… I-phone ku…… mengapa tidak ada”

“coba ingat kembali, siapa tau kamu lupa meletakkannya” 

aku mengingat kembali kejadian yang telah terjadi sebelumnya, dan………..

“ASTAGAAAAA IPHONE KU ADA DI COWOK MESUM ITU!!!!” 

“benarkah? Bagaimana kalau appa mu menelphone mu dan diangkat oleh orang itu? Kamu dalam bahaya besar young ra - ah”

“semoga saja appa tidak menelphone ku, Min Ah bantu aku mencari cowok mesum itu nee?”

Aku dan Min Ah mulai mencari sosok orang menyebalkan itu, mulai dari ruang kelas, kantin dan perpustakaan, tapi nihil! Orang itu tidak ditemukan juga. ‘napun namja eodiga?’

Semua sendi – sendiku terasa ngilu karena berlari kesana kemari, sama halnya dengan sahabatku yang tengah mengatur nafasnya, aku berhenti sejenak dan menyandarkan tubuhku kepada tiang sembari pandanganku menyisir semua orang yang sedang berolahraga dilapangan sekolah. Aku menyipitkan mataku saat aku menangkap sosok yang sepertinya dia adalah orang yang menjadi buronan di hidupku.

“I got him” ucapku gembira ternyata memang dia orangnya.

“Min Ah si, itu orang yang kita cari, cowok mesum itu” aku menunjuk kearah cowok menyebalkan itu, Min Ah mengikuti arah jariku, dan dia terkejut

“mwo?? Apa dia cowok mesun itu??”

“neee, wae?” ucapku heran.

“apa kau tau siapa dia? Dia itu murid baru disekolah kita, kalau tidak salah dia pindahan dari Kanada, Oh My God bukankah dia sangat tampan?”

“yaaa, kau ini bicara apa eoh? Aku tidak peduli dia pindahan dari mana, yang aku pedulikan hanya satu yaitu I-Phone ku”

Sahabatku ini tidak mendengar ucapanku, dia malah memandang cowok menyebalkan itu dengan tatapan seperti kucing yang dihadapkan pada seekor ikan. Aku mengerutkan dahiku saat dia berkata

“dia sangat tampan bukan? Oh My God… hidungnya mancung, matanya indah, bibirnya penuh dan berbentuk hati, tubuhnya yang athletis, senyumnya yang manis.. Oh My God!! Isn’t he perfect? young ra shi bagaimana bisa kau beranggapan sosok yang sempurna itu pervert eoh???” dia menatap tajam kepadaku, aku memijat dahiku yang terasa sedikit pusing dengan ucapan sahabatku ini.

“Yaaaaaa, dia itu pervert… P-E-R-V-E-R-T!!!! Percayalah padaku! Kau ini jangan tertipu sama tampilannya” 

“andwaee, Kim Jung Ha itu tidak seperti itu! Dia itu idola dari semua siswi di sekolah ini!” ucapanya semakin aneh, sepertinya ada sesuatu yang mengganggu kinerja otot sensorik dan motorik nya.

“hey, kau ini!!!! sadarlah!!! Apa yang aku ucapkan itu benar!!”

“Kau ini bodoh ya?” ucapan sahabatku ini benar – benar membuatku murka kembali, tanpa tersadar aku memarahinya

“YAAAA SHIN MIN AH!! SADARLAH!!! KIM JUNHA SOSOK YANG SANGAT KAU KAGUMI ITU FAKTANYA ADALAH COWOK MESUM!!!!!” 

teriakanku ini sangat keras dan menggema kesetiap sudut ruangan termasuk lapangan yang jaraknya hanya 15 meter dari posisiku. Semua yeoja memandangiku dengan tatapan ingin mematahkan tulangku sedangkan para namja bertepuk tangan gembira mendengar teriakanku ini.

‘ I am in big trouble ‘ ucapan batinku.

Aku menatap sahabatku yang tengah menutup mulutnya karena terkejut dengan aksiku, dia menatap mataku, lalu matanya bergerak – gerak seolah member isyarat padaku.

“apa?” 

Dia tidak menjawabku tapi hanya dengan mengerakkan matanya, aku pun mengikuti arah pandangnya dan ternyata ada seorang namja di belakangku. ‘nugu? Bukankah dia cowok mesum itu? Apa yang akan dia lakukan’

“yaaaa,,, yaaaa mengapa kau menarik tanganku?? Yaaa lepaskan!!!!” dia menarik tanganku sangat erat hingga membuat kulit putihku memerah. Aku melihat kesekitarku, ternyata cowok mesum ini menarikku ke tengah lapangan.

“aappa yang akan kaau lakukan?” aku benar – benar merinding melihat tatapan tajam matanya, ini merupakan yang pertama bagiku di tatap seperti itu, tatapan orang ini seperi ingin memangsaku.

“aaaku tau aku salah, akku mintaa maaf! Tolong lepaskan aku, aku sangat malu karena semua orang memperhatikan kita” aku berusaha menatap matanya walaupun aku  sedikit takut.

“baguslah kalau semua orang memperhatikan kita” bibirnya tersenyum dan sorot matanya berubah menjadi sangat hangat tidak dingin seperti tadi. Dia melepaskan tangannya yang mencengkram pergelangan tanganku.

“huffhhhh” aku menghembuskan nafasku yang sedari tadi aku tahan, melegakkan rasanya.

“baiklah aku harus pergi” ucapku seraya melangkahkan kakiku, but u know what?? Baru saja aku melangkahkan kakiku tiba – tiba ada tangan yang melingkar dipinggangku dan memutarkan tubuhku keposisi semula.

“chankkaman…. Kau ini mau kemana?”

Aku menahan nafasku, karena namja yang menyebalkan ini tiba – tiba merangkulku, aku menggigit bibir bawahku saat dia tiba – tiba manatapku.

“tatapan mesum”

“kenapa kau selalu menganggapku mesum huh? Aku ini tidak seperti yang kau bayangkan” dia berbisik ditelingaku dan membuatku sedikit geli.

Aku berusaha menggerakkan tubuhku agar tangannya dapat terlepas dari pinggangku, tapi sayang usahaku tidak berhasil karena kekuatannya lebih besar dariku.

“lepaskan aku!! Dasar cowok mesum!!!” ucapku sekali lagi dengan mengulang kata yang sama. Dia tidak sama sekali mendengarkanku. ‘ oh God sebenarnya apa yang akan dia lakukan? Mengapa dia bertindak seperi ini? tidakkah dia merasa risih dengan tatapan semua orang, terutama tatapan para yeoja yang sedang dalam masa kritis melihat pujaanya merangkul seorang wanita, dan wanita itu aku?’ 

Dia menarik nafasnya dalam – dalam lalu 

“jadilah pacarku?” suaranya sangat lantang hingga terdengar oleh semua orang yang berdiri di samping lapangan.

“apa? Kau ini bercanda?” aku berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaanya.

“aku serius, jadilah pacarku?” tatapa matanya kini benar – benar menunjukan keseriusannya.
“Tidak!” ucapku tanpa terpengaruh oleh tatapannya.

“Iya” 

“Tidak”

“Iya”

“Tidak”

“iya…..” 

“tid….” Tiba – tiba dia menginterupsi ucapanku seraya mengeratkan lingkaran tangannya dipinggangku dan mengucapkan

“TIDAK!!!” 

“IYA…. Uppsss” 

aku menutup mulutku menyadari apa yang telah aku ucapkan ‘ahhh dia menjebakku, bagaimana ini??? Tuhan tolong aku’ aku bergulat dengan pikiranku, jujur aku benar – benar tidak tau harus berbuat apa sekarang ini.

“Apakah kalian mendengarnya? Song Young Ra sekarang resmi menjadi pacarku” Namja bernama Kim Jun Ha ini sangat percaya diri dengan ucapanya.

Dia mengangkat kepalaku yang menunduk.

“kamu sekarang resmi jadi pacarku chagi”

Aku benar – benar lemas, semua sendiku terasa sakit kembali terutama dibagian lututku, kalau saja namja ini melepaskan rangkulannya mungkin aku akan terjatuh

‘ahh mengapa dia menatapku seperti itu’ aku risih dengan tatapanya, lalu aku alihkan tatapanku menatap kearah kegerumunan siswa yang bersorak – sorak atas apa yang telah mereka saksikan tadi, aku sangat terkejut karena para yeoja ambruk satu per satu, mereka pingsan setelah melewati masa kritis. 

“uhhh lepaskan aku namja mesum aku benar – benar tidak nyaman sekarang”

“mesum? Kalau aku namja mesum, berarti aku harus bertindak seperti ini”

CHU~

Lelaki berawakan atletis ini mencium bibirku dihadapan semua orang, dalam hitungan 1..2…3.. semua yeoja ambruk, adapula namja yang pingsan.

Seperti ada yang meledak di otakku saat bibirnya menyentuh di bibir tipisku, bukan perasaan senang atau gembira. Melainkan amarah yang kini menguasai otakku.

‘Tuhan… apa ini?’

Aku memejamkan mataku dan mendorong tubuhnya sekuat mungkin, ajaib memang , karena mengingat tadi tubuhku sangat lemas tapi tiba – tiba aku seperti mendapatkan kekuatan hingga aku bisa menghempaskan tubuhnya. Aku mengusap bibirku yang sedikit basah.

“Dasar MESUM!!!!!!!!”

To Be Continue ^_^